akmil 89 yang sudah jenderal
Jakarta- Eggi Sudjana buka suara soal disebut bukan warga korps baret merah oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa. Dia menjelaskan soal dirinya bisa dilantik sebagai penasihat di Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM). "Pertama saya dihubungi oleh Sekjen FKKPBM namanya Letkol (Purn) Pak Sutikno. Kenapa dia menghubungi
Bandung Radar Metro. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E, M.M., memimpin sidang Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) Tingkat Pusat Penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) Tahun Anggaran 2022 di Grha Yudha Wastu Pramuka Pussenif, Kodiklatad Bandung.
Sayasudah mengamati figur-figur TNI sejak tahun 1980-an akhir. Pengamatan saat itu hanya berdasar informasi dari media cetak dan media televisi, pada suatu masa ketika media daring belum lagi dikenal. Salah satu perwira yang saya amati dengan cukup baik adalah Jenderal Djoko Santoso (Akmil 1975
JAKARTA Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menyeret sejumlah nama. Beberapa personel polisi dicopot dari jabatannya dan dimutasi karena diduga tidak profesional dalam menangani kasus ini. Dari sejumlah nama, tiga di antaranya merupakan perwira tinggi (pati) polisi, satu berpangkat
TettyRohatiningsih yang selanjutnya bersama perwakilan anak SOIna menyalakan api obor di halaman Pendopo Pendopo Wijayakusuma Sakti Kabupaten Cilacap, Kamis (19/05/2022). tidak lupa mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus Solna Kabupaten Cilacap yang sudah dikukuhkan tadi. Saya berharap bisa
PangkostradLetjen TNI Eko Margiyono memimpin serah terima jabatan Pangdivif 2 Kostrad dari Mayjen TNI Tri Yuniarto ke Brigjen TNI Andi Muhammad.
JenderalSudirman yang tahu kota Yogya sudah terkepung buru-buru menghadap Bung Karno dan penggede-penggede Republik yang sedang rapat di Gedung Agung (Istana Negara) membahas serbuan Belanda. Unsur-unsur Batalion pengaman Yogyakarta terdiri dari taruna-taruna Akmil, unusr- unsur Angkatan Darat dan Angkatan Laut, Polisi Militer dan sejumlah
Makasegala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia. untuk apa? agar
. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID MVscn4mdcyM5LcyFIfM0ePiVmXCRB1Wt2l1g_9rnmGLvbjRZPndfOQ==
Oleh Selamat Ginting/Wartawan Senior RepublikaTiga Menguak Takdir adalah buku kumpulan puisi yang menyelami pemikiran dan perasaan tiga sastrawan, yakni Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani. Dengan segenap perbedaan, mereka bersatu demi mencapai cita-cita yang disebut 'suatu tujuan takdir'. Mereka adalah sastrawan Angkatan '45 lahir dan berawal dari kecamuk dan kegetiran atas Perang Kemerdekaan. Ada 'takdir' yang sebenarnya mereka perjuangkan. Apa itu? Cuma mereka bertiga yang tahu. Mereka berjuang melalui puisinya membakar semangat para pejuang yang telah mengorbankan nyawa, demi tercapainya kemerdekaan. Chairil Anwar menulisnya dalam sajak Antara Krawang-Bekasi’ dan Asrul Sani dengan Sebagai Kenangan kepada Amir Hamzah, Penyair yang Terbunuh’. Kemudian Rivai Apin menulis sajak Anak Malam’, menggambarkan pejuang tak kenal menyerah. BACA JUGA Curhat Jokowi, Disebut Plonga-plongo Sampai Bapak Bipang Kali ini, penulis bukan akan membahas tiga sastrawan tersebut, melainkan takdir dari tiga jenderal abituren lulusan sekolah militer Akademi Militer Akmil 1992. Kini sudah tiga orang menyandang jabatan bintang dua, yakni Mayjen TNI Maruli Simanjuntak 51 tahun, Mayjen TNI Richard Tampubolon 52 tahun, dan Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo 50 tahun. Kunto segera mendapatkan promosi Mayjen dengan jabatan barunya sebagai Panglima Divisi Infanteri Divif 3/Kostrad di Gowa, Sulawesi Selatan. Promosi Kunto berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/540/VI/2021 tanggal 23 Juni 2021, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Rising starDi antara dua rekannya, Maruli yang merupakan menantu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seperti lari sendirian. Sejak awal Desember 2018 sudah menyandang pangkat Mayjen dengan jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Paspampres. Artinya hanya dalam rentang waktu 26 tahun, ia bisa memperoleh pangkat jenderal bintang dua. Jika dibagi dengan delapan pangkat sejak Letda hingga Mayjen, maka rata-rata satu pangkat sekitar 3,25 tahun. Sesuatu yang mencengangkan. Kini jabatan kedua untuk pangkat Mayjen sebagai Panglima Kodam Udayana di Bali, terhitung akhir November 2020. Dia menjadi rising star bintang yang bersinar, terbang meninggalkan rekan-rekannya. Menjadi bersamaan dengan seniornya abituren Akmil 1990 dan 1991. Terutama lulusan terbaik Akmil 1990, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa 54 tahun maupun lulusan terbaik Akmil 1991 Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso 53 tahun. Bahkan hingga kini, Teguh Pudjo belum sempat menjadi Panglima Kodam. Dua jabatan bintang duanya sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri AD, dan kini Komandan Pusat Penerbangan AD. Sedangkan Mayjen Cantiasa bintang duanya sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan kini Panglima Kodam Cendrawasih, sejak akhir Agustus 2020 lalu. BACA JUGA HMI Dituding Binaan PKS, Ketum Minta Aparat Bertindak Hanya Mayjen Richard yang bisa mendekati meluncurnya Maruli. Jenderal dengan nama lengkap Richard Horja Taruli Tampubolon. Pada pertengahan Desember 2019, ia naik pangkat Mayjen dengan jabatan Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Kogabwilhan I. Artinya, Maruli satu tahun lebih dahulu daripada Richard untuk mendapatkan bintang dua. Kemudian pada akhir Juli 2020, Richard menjadi Komanan Komando Operasi Khusus Koopssus TNI. Sebuah lembaga yang baru dibentuk pada Juli 2019. Ia menggantikan Mayjen TNI Rochadi yang pensiun. Koopssus TNI merupakan badan pelaksana pusat yang secara struktural komando langsung di bawah Panglima TNI. Sehingga pasukan khusus dari tiga matra yaitu matra darat, matra laut dan matra udara stand by di Mabes TNI. Dan kini, 2,5 tahun setelah Maruli menjadi Mayjen, Kunto Arief Wibowo menyamai sebagai jenderal bintang dua. Posisinya sebagai Panglima Divif 3 Kostrad. Kunto adalah anak eks Wakil Presiden Try Sutrisno. Posisi Pangdivif 3 ini kalah bergengsi’ daripada Pangdivif 1, apalagi Pangdivif 2 Kostrad. Sebab Divif 3 Kostrad ini baru dibentuk dan satuannya belum lengkap. Misalnya, belum memiliki Batalyon Zeni Tempur Yonzipur dan Batalyon Kavaleri Yonkav sebagai satuan-satuan bantuan tempur satbanpur. Satbanpur lainnya seperti Batalyon Artileri Medan Yonarmed 6 dan Artileri Pertahanan Udara Yonarhanud 16, mengambil alih komando pengenadalian kodal dari Kodam Hasanuddin. Brigade Infamteri Brigif 20 dari Kodam Cenderawasih ke Divif 3 Kostrad. Termasuk Brigif Para Raider 3 dari Divif 1 Kostrad ke Divif 3 Kostrad beserta tiga Yonif-nya. Di antara tiga Divif Kostrad, Divif 2 memiliki jumlah satuan yang lebih banyak daripada Divif 1, apalagi Divif 3. Perwira tinggi 13 persenBaik Maruli, Richard maupun Kunto disatukan dalam satu korps Infanteri. Mereka adalah penjuru bagi abituren Akmil 1992 yang mengawali menjadi jenderal bintang dua, kurang dari 29-30 tahun masa dinas perwira. Namun, tidak ada yang tahu tentang takdir mereka sejak awal menjadi taruna Akmil di Magelang dan perjalanan ke depannya. Termasuk apa keinginan dari takdir menempuh jalan karier militer yang memang berbeda. Mereka punya jalan masing-masing yang melatarbelakangi napak tilas kariernya. Ketiganya berupaya untuk menempuh jalan terbaik dalam perjalanan hidupya di dunia militer yang keras. Maruli dan Richard harus berdarah-darah untuk bisa bergabung sebagai pasukan komando Kopassus.Memang saat lulus taruna, mereka bukan ranking tiga besar. Namun dalam perkembangan di lapangan, mereka punya takdir yang cukup baik daripada dua lulusan terbaik Akmil 1992, yakni Brigjen TNI Erwin Djatniko 52 tahun dari Korps Kavaleri, penerima Adhimakayasa dan Brigjen TNI Adisura Firdaus Tarigan 52 tahun dari Korps Zeni, penerima Trisaksi kini mendampingi Maruli sebagai Inspektur Kodam Udayana. Sedangkan Adisura menjadi Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Wa Asrena Kepala Staf Angkatan Darat KSAD bidang pengendalian. Keduanya baru satu tahun menjadi keseluruhan abituren Akmil 1992 menghasilkan 274 perwira dari tujuh korps, yakni Infanteri 166 perwira, Kavaleri 5 perwira, Armed 25 perwira, Arhanud 22 perwira, Zeni 33 perwira, Perhubungan /komunikasi elektro 12 perwira, dan Peralatan /materiel 11 perwira.Dari jumlah itu sekitar 13 persen sudah menjadi perwira tinggi pati. Tiga menjadi Mayjen dan 32 lainnya menjadi Brigjen. Selebihnya mayoritas Kolonel. Apalagi dengan kebijakan baru, semuanya mengikuti Seskoad, maka mayoritas berpangkat sekitar 20 persen saja yang bisa menjadi perwira tinggi dari abituren Akmil. Seperti piramida, semakin ke atas semakin mengecil. Sehingga masih ada sekitar tujuh persen lagi dari para Kolonel tersebut yang akan menyusul menjadi perwira tinggi. Bersambung... BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
akmil 89 yang sudah jenderal - Selamat datang di situs kami. Pada pertemuan ini admin akan membahas tentang akmil 89 yang sudah Yuniarto Perwira Generasi Baru TNI, Lulusan Terbaik AKMIL 1989 from mengikuti upacara laporan korps kenaikan pangkat yang dipimpin ksad jenderal tni dudung abdurachman di mabesad, jakarta. Learning management system lms penilaian kinerja individu; Kami menyarankan anda mengupdate browser anda untuk pengalaman yang lebih baik. akmil 89 yang sudah 89 Yang Sudah JenderalBrowser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kamis, 11 november 2021 1118 wib penulis Beranda news perseteruan jenderal andika dan jenderal dudung memuncak di akmil. Kami menyarankan anda mengupdate browser anda untuk pengalaman yang lebih baik. Salah satu yang kini membantu jokowi dari kalangan militer ialah letnan jenderal tni muhammad herindra. akmil 89 yang sudah akmil dimulai dari dibangunnya militaire academie ma di yogyakarta pada 31 oktober pula, bukan kali ini saja jhonny mengikuti jejak kakak kelasnya itu. Mereka mengikuti upacara laporan korps kenaikan pangkat yang dipimpin ksad jenderal tni dudung abdurachman di mabesad, jakarta. Berikut deretan lulusan terbaik di akademi militer yang berhasil meraih pangkat jenderal dan menduduki posisi kepala staf serta jabatan panglima menyarankan anda mengupdate browser anda untuk pengalaman yang lebih management system lms penilaian kinerja individu; Nama lainnya adalah brigadir jenderal tni. Kunjungi akmil, jenderal andika beri pesan penting untuk lulusan terbaik akpol 1995, sementara jhonny alumnus terbaik rekan seangkatannya sudah tembus bintang abdulrachman susianto yang saat ini menjabat inspektur jenderal tni angkatan arief indratmoko,yang sejak tanggal 25 mei 2021 mengemban amanat sebagai komandan pusat teritorial angkatan Dalam riwayat karier sandi, polisi kelahiran salatiga ini pernah bertugas sebagai kapolrestabes medan pada 2016. Herindra dipercaya menjadi wakil menteri pertahanan mendampingi prabowo andika perkasa memberikan pesan penting untuk para taruna di akmil magelang, jawa 17 letjen, alumni akmil 1987 masih menguasai sebanyak 6 orang. Jabatan itu pula yang disandang jhonny sejak 20 desember 2019. Beranda news perseteruan jenderal andika dan jenderal dudung memuncak di 11 november 2021 1118 wib penulisBrowser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Tri budi pernah menjadi komandan grup a paspampres 2018—2019 komandan korem 052/wijayakrama 2019—2020 dan wakil komandan jenderal kopassus 2020—2021 sebelum menjadi menjadi danpaspampres. Salah satu yang kini membantu jokowi dari kalangan militer ialah letnan jenderal tni muhammad itulah pembahasan tentang akmil 89 yang sudah jenderal yang bisa kami sampaikan. Terima kasih sudah pernah berkunjung di website beta. biar artikel yg aku telaah diatas memberikan manfaat jatah pembaca dan melimpah pribadi yang sudah pernah berkunjung di website ini. beta pamrih anjuran berawal seluruh grup pelebaran website ini biar lebih baik lagi.
Militer Militer Indonesia Kamis, 16 Juli 2020 - 0602 WIB VIVA – Akademi Militer Akmil Tentara Nasional Indonesia TNI adalah gerbang awal menuju karier militer. Setiap perwira TNI dipastikan melewati pendidikan lebih dulu, sebelum resmi menjadi prajurit Sapta Marga, baik di matra Angkatan Darat TNI AD, Angkatan Laut TNI AL dan Angkatan Udara TNI AU.Sejumlah tokoh militer Indonesia yang memiliki karier cemerlang, adalah jebolan-jebolan Akmil. Dengan bekal disiplin tinggi berpadu dengan intelejensi mumpuni, banyak sosok yang mencuat. Baik yang masih aktif bertugas, maupun yang sudah berstatus Purnawirawan TNI. Dalam berita sebelumnya, VIVA Militer mengutip data dari situs Akmil lulusan 1961. Dalam berita sebelumnya juga, VIVA Militer sedikit mengupas sosok mendiang Letnan Jenderal TNI Purn. Kentot Harseno. Letjen Kentot adalah salah satu jebolan Akmil 1961, yang punya karier mengkilap. Letjen Kentot pernah menjadi ajudan Presiden Republik Indonesia ke-2, Jenderal Besar TNI Purn. Soeharto. Selain itu, Letjen Kentot juga pernah jadi orang nomor satu di Komando Daerah Militer Kodam, saat menjabat Panglima Komando Daerah Militer Pangdam Jaya/ tak cuma Kentot yang punya nama besar di republik ini. Lulusan Akmil 61 lainnya yang juga memiliki karier cemerlang adalah Letjen TNI Purn. Tiopan Bernhard Silalahi, atau yang lebih dikenal dengan panggilan TB masih aktif bertugas, Letjen Silalahi memang tak menduduki posisi strategis. Mungkin dari sederet posisinya saat masih aktif bertugas di kesatuan Kavaleri TNI, posisi Letjen Silalahi yang terbaik adalah Kepala Staf Daerah Militer Kasdam VII/Diponegoro, tahun 1985. Kemudian, Letjen Silalahi sempat juga menduduki posisi Asisten Perencanaaan Asrena Kepala Staf Angkatan Darat KASAD pada pensiun, Letjen Silalahi pernah menjabat sejumlah posisi penting di pemerintah Orde Baru. Pada 1993 hingga 1998, Letjen Silalahi ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Halaman Selanjutnya Kemudian saat kursi Presiden RI diduki oleh Jenderal TNI Purn. Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono SBY, Letjen Silalahi dipercaya sebagai Penasehat Khusus Presiden, hingga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden periode 2004 hingga 2010.
Home Hankam Minggu, 22 Mei 2022 - 0952 WIBloading... A A A Karier militernya ditempa di Pasukan Cakra alias Kostrad. Tentara kelahiran Tulungagung ini mula-mulai ditugasi sebagai Danton 1/B/Yontar Akmil 2000-2001, kemudian berlanjut sebagai Danton 3/A/502/Divif 2 Kostrad, Danton 1/A/502/Divif 2 Kostrad, Pasi 2 Pandu Udara Brigif Linud 18/Kostrad serta Dankipan A/503/Divif 2 waktu berbagai penugasan jabatan dijalaninya antara lain Danyonif 305 Para Raider/17/1 Kostrad, Dansatgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-J/Unifil, Dandim 0316/Batam dan Waasops Kaskostrad. Alumni SMA Taruna Nusantara ini selanjutnya dipercaya menjabat Dansatgas RDB Konga XXXIX-A Kongo 2018-2019, hingga kini Koorspri KSAD 2022-sekarang. muh tni tentara nasional indonesia tni ad jenderal tni lulusan terbaik Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 9 menit yang lalu 32 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu
Oleh Selamat Ginting, Wartawan Senior RepublikaDengan pangkat baru, tiga jenderal asal Sulawesi Selatan pulang kampung ke Komando Daerah Militer Kodam Hasanuddin. Mereka adalah Brigjen Djashar Djamil, Firman Dahlan, dan Andi Kaharuddin. Ketiganya sama-sama berasal dari Korps Zeni. Djashar dan Firman abituren lulusan Akademi Militer Akmil 1988-B program pendidikan taruna tiga tahun. Sedangkan Kaharuddin abituren Akmil 1988-A program pendidikan taruna empat tahun. Firman dan Kaharuddin segera menjadi brigadier jenderal brigjen, karena jabatannya untuk brigjen. Brigjen Djashar Djamil menjadi komandan komando resor militer Danrem Toddopoli, Watambone, Sulawesi Selatan. Brigjen Firman Dahlan menjadi Danrem Taraoda Tarogau di Mamuju, Sulawesi Barat. Provinsi Sulawesi Barat merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan. Selanjutnya, Brigjen Andi Kaharuddin menjadi kepala kelompok staf ahli kapok sahli Panglima Kodam Hasanuddin. Kaharuddin menyusul kepala staf Kodam kasdam Brigjen Andi Muhammad yang juga asal Sulawesi Selatan dari Akmil 1988-A. Namun Andi Muhammad dari Korps Infanteri. Sedangkan Pangdam Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka, abituren Akmil 1987 dari Korps Arhanud artileri pertahanan udara juga putra daerah Sulawesi Selatan. Sehingga lima jenderal asal Sulawesi Selatan kini kompak pulang kampung menjaga kedaulatan para jenderal itu berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor Kep/385/IV/2020, tanggal 19 April 2020 lalu. Mutasi ini melibatkan 329 perwira tinggi pati TNI. Sebelumnya ada mutasi berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor Kep/355/III/2020, tanggal 31 Maret 2020. Mutasi melibatkan 27 pati TNI. Bahkan sebelumnya pada 30 maret 2020, beredar susunan mutasi yang melibatkan 402 personel, namun belum ditandatangani Panglima TNI. Susunan itu akhirnya dikukuhkan melalui dua keputusan tersebut. Kemungkinan akan ada keputusan baru untuk melengkapi susunan keputusan tersebut, seperti yang pernah diungkapkan Presiden Joko Widodo saat rapat pimpinan TNI-Polri di di Istana Negara, akhir Januari 2020 lalu. “Ada 60 jabatan baru untuk perwira tinggi dengan pangkat bintang satu sampai bintang tiga,” kata Jokowi yang antara lain didampingi Panglima TNI Hadi menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dilakukan berdasarkan peraturan presiden perpres Nomor 62/2016 tentang Susunan Organisasi TNI. Antara lain sebanyak 21 Korem tipe B akan dinaikkan menjadi Korem tipe A. Sehingga komandannya akan berpangkat bintang satu brigjen. “Penambahan jabatan tetap akan mempertahankan piramida, sehingga diharapkan akan bisa menyerap pati-pati yang sebelumnya banyak nonjob,” ujar Marsekal Hadi. Di lingkungan Kodam, selain Korem tipe B naik jadi tipe A, para irdam juga naik jadi brigjen. Begitu juga kapokahli pangdam untuk jenderal bintang satu. Jadi di Kodam ada beberapa jabatan perwira tinggi, yakni pangdam, kepala staf Kodam kasdam, irdam, kapoksahli, serta komandan Korem tipe kampungAda hal menarik dari dua keputusan tentang mutasi perwira tinggi tersebut. Kini banyak jenderal yang pulang ke kampung dengan mendapatkan job di tanah kelahirannya. Bukan hanya di Kodam Hassanuddin saja, tetapi juga di Kodam putra daerah Sulawesi Utara, dengan pangkat barunya, juga pulang kampung. Brigjen Prince Meyer Putong, abituren Akmil 1990 dari Korps Kavaleri didaulat menjadi Komandan Korem Danrem Santiago di Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Diikuti Brigjen Junior Tumilaar, abituren Akmil 1988-A dari Korps Zeni menjadi Irdam Merdeka. Kemudian Brigjen Josias Mamuko, abituren Akmil 1985 dari Korps Infanteri sebagai kapoksahli panglima Kodam Pangdam Merdeka. Dengan pangkat barunya, Brigjen Arnold AP Ritiauw dan Brigjen Chairussani Abbas Sopamena juga pulang kampung. Arnold Ritiauw abituren Akmil 1991 dari Korps Zeni dipercaya menjadi Danrem Binaiya di Ambon, Provinsi Maluku. Hal yang sama bagi Brigjen Abbas Sopamena. Abituren Akmil 1986 dari Korps Infanteri itu ditugaskan sebagai Danrem Baabullah di Ternate, Provinsi Maluku Utara. Keduanya di bawah Kodam juga dengan Danrem Garuda Hitam, Lampung, kini dijabat putra daerah. Dengan pangkat barunya, Brigjen Toto Jumariono, abituren 1987 dari Korps Infanteri, kembali pulang ke Bandar Lampung. Dengan pangkat barunya pula, Brigjen Muhammad Zulkifli, abituren Akmil 1991 dari Korps Kavaleri. Kini juga pulang kampung menjadi Danrem Garuda Putih di Jambi. “Saya kembali ke kampung,” kata Zulkifli. Bukan hanya untuk jabatan jenderal bintang satu. Melainkan juga untuk jabatan pangdam. Ada Mayjen Santos G Matondang, dan Mayjen Andi Sumangerukka, Mayjen Herman Asaribab, dan Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau Akmil 1986, Korps Infanteri yang memimpin kampung halamannya. Kini Mayjen Ali Hamdan Bogra, jenderal kelahiran Serui, dipercaya menjadi Pangdam Kasuari, Provinsi Papua Barat. Jenderal bintang dua korps Infanteri itu teman satu letting dengan Kepala Staf Angkatan Darat KSAD Jenderal Andika Perkasa, abituren Akmil 1987. Ali Bogra menggantikan Mayjen Joppye Onesimus Mayangkau, juga putra daerah Papua. Pangdam Cendrawasih pun dijabat putra daerah, Mayjen Herman Assaribab, Akmil 1988-B dari Korps Infanteri. Pulang kampung juga dialami Brigjen John Sihombing, abituren Akmil 1985 dari Korps Peralatan. Dengan pangkat barunya, ia menjadi Kapok Sahli Pangdam Bukit Barisan di Medan, Sumatra Utara. Dari pola mutasi tersebut, sekaligus memberikan hadiah' bagi mereka yang sudah diambang pensiun. Abituren Akmil 1985 dan 1986 tahun ini dan tahun depan, mayoritas sudah pensiun. Sehingga promosi menjadi brigjen untuk multi korps di akhir masa pengabdian, menjadi sebuah penghargaan. Mereka memang pantas, karena memenuhi syarat menjadi jenderal. Tentu dengan catatan, semoga bukan karena alasan primordialisme kesukuan mereka menduduki posisi brigjen.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID YADuC6Yv3A7R-CKwfEEuiW3Lwx4W64R_BSvgQKHAZRYMdmkycmZreQ==
Home Hankam Kamis, 19 Januari 2023 - 0608 WIBloading... Empat jenderal TNI yang merupakan lulusan Akmil 1980-an di antaranya, dari Jenderal TNI Purn Andika Perkasa hingga KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Foto/SINDOnews A A A JAKARTA - Setidaknya ada empat jenderal TNI yang lulusan Akademi Militer Akmil tahun 1980-an. Para jenderal jebolan Akmil 1980-an ini ada yang masih aktif dan ada yang sudah menjadi jenderal TNI yang merupakan lulusan Akmil 1980-an di antaranya, Jenderal TNI Purn Muhammad Andika Perkasa, Jenderal TNI Purn Mulyono, Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf Angkatan Darat KSAD Jenderal TNI Dudung itu, dikutip dari Kamis 19/1/2023, keberadaan Akmil berawal dari didirikannya Militaire Academie MA Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945. Baca juga Panglima TNI Yudo Margono Mutasi Besar-besaran 223 PerwiraDidirikannya MA Yogyakarta tersebut atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip profil singkat empat jenderal tersebut1. Jenderal TNI Purn Muhammad Andika PerkasaAndika Perkasa merupakan mantan Panglima TNI dan dgantikan oleh Laksamana TNI Yudo Margono pada 19 Desember 2022. Jenderal Andika yang lahir pada 21 Desember 1964 ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun Jenderal TNI Purn MulyonoJenderal Mulyono lahir pada 12 Januari 1961, jabatannya terakhir sebagai KSAD dimulai pada 8 Juli 2015 dan berakhir pada 22 November 2018. Sebelumnya jebolan Akmil tahun 1983 ini mengemban amanah sebagai Komando Strategis Angkatan Darat Pangkostrad. tentara nasional indonesia tni ad jenderal tni andika perkasa jenderal tni dudung abdurachman gatot nurmantyo Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 9 menit yang lalu 31 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu